Film I Not Stupid 3 adalah film produksi Jack Neo yang menceritakan kehidupan pendidikan dan keluarga di Singapura. Film ini banyak mengangkat fakta-fakta yang terjadi di kehidupan sehari-hari terutama di Singapura. Nilai-nilai moral juga sarat didapat dalam film ini.
Film ini bercerita tentang tiga keluarga di Singapura. Keluarga pertama terdiri dari ayah, ibu, Wei Jie, Nicole, dan satu orang adik. Ayah dari keluarga ini sangat suka untuk berjudi hingga menggunakan uang belanja istrinya untuk berjudi. Ayah dan ibu keluarga ini juga sering mengajarkan prinsip yang keliru seperti berbohong ketika ada tukang sales datang ke rumah. Mereka juga tidak terlalu memperhatikan anak mereka dan sering menggunakan kekerasan dalam mendidik anaknya. Wen Jie adalah anak laki-laki pertama dan bersekolah di sekolah teknik tidak terkenal di Singapura. Berbeda dengan abangnya, Nicole adalah anak kedua yang memiliki prestasi gemilang dan bersekolah di sekolah unggulan di Singapura.
Keluarga kedua merupakan keluarga yang terdiri dari seorang ibu, Madam Phua yang merupakan presenter dan motivator terkenal di Singapura. Madam Phua merupakan orang yang memiliki banyak harta dan mengutamakan karirnya. Madam Phua memiliki dua orang anak, Jian Ren dan seorang adik laki-laki. Jian Ren merupakan teman Wen Jie dan selalu memberontak dari ibunya. Pemberontakan ini terjadi karena Jian Ren merasa ibunya lebih mementingkan karir dan menyayangi adiknya yang memiliki prestasi gemilang. Jian Ren menjadi anak geng dari sebuah perusahaan rentenir. Ia sering berkelahi dan melemparkan cat ke pintu rumah orang-orang yang tidak bisa membayar uang pinjaman kepada rentenir itu.
Kehidupan Wen Jie dan Jian Ren mulai berubah ketika seorang guru pengganti menjadi guru mereka. Guru tersebut bernama CK. Guru ini merupakan guru yang berprestasi dalam beberapa kompetisi teknis dan memiliki keinginan untuk mendekati anak-anak didiknya. Guru ini juga memiliki seorang istri yang sedang hamil.
Perjuangan CK untuk menolong kedua anak ini sangat besar dalam film ini. Film ini melihat dari sisi seorang guru yang mau berkorban untuk masa depan anak didiknya. Ia juga dapat mengasah bakat anak-anak ini sehingga pada akhirnya mereka bisa memperoleh penghargaan dari pemerintah Singapura. Keluarga yang berantakan juga menjadi baik pada akhirnya karena setiap anggota keluarga menyadari peran dan kasih yang seharusnya ada dalam keluarga.
Film ini banyak memotivasi kehidupan yang sedang kita jalani. Satu kalimat yang saya suka dari film ini adalah masa depan harus kamu tentukan sendiri, jika kamu sendiri menyerah maka tidak ada lagi yang bisa menolongmu. Kalimat ini menyadarkan saya bahwa jika masa depan kita suram bukanlah salah siapa-siapa, melainkan kesalahan kita yang menyerah terlebih dahulu untuk memperjuangkan masa depan kita.
Selain itu, film ini juga menyadarkan betapa besar kasih seorang ibu yang rela mengalami kesakitan dan bahkan memberikan nyawanya untuk keselamatan anaknya. Kesadaran tentang nilai diri juga didapati dalam film ini. Tidak ada anak yang tidak pintar. Mereka akan melihat jalan mereka asalkan mereka mau berusaha dan datang ke orang yang tepat untuk merangkai masa depan itu.
Selamat menonton.. (SL)
Salam Penuh Kasih.
KTB Titik-Titik

Waahh.. selamat ber-ktb yaa..
BalasHapussemoga titik-titiknya terus bersama, tidak berpisah, dan semakin banyak titiknyaa hingga menjadi garis yang sangaaaat panjang.. :-)
Siap, mas Widi.
HapusTerima kasih sudah berkunjung :)
Tuhan berkati selalu.
petikan dr film ini yg paling aku suka "jika kita gagal, tidak akan ada yg mencari tahu kenapa kita bisa gagal. kita gagal, artinya kita gagal. ketika kita dipenjara, tdk akan ada yg menggantikn kita dipenjara walaupun masalah itu dtg dr lingkungan kita."
BalasHapusblognya bagus kk, apalagi artikel renungannya.. klo ada waktu main di blogku kk xinmaxi.wordpress.com